Monday, April 12, 2010

Kesabaran...

Ternyata tak ada harapan yang sesuai sperti keinginan kita sendiri kita hanya bisa berharap dan berencana tapi yang menentukan itu semuanya hanyalah diri Nya yang telah berkuasa di alam semesta ini...Sebab segala sesuatu yang kita miliki ini adlah milik-Nya semata...
semakin kita bermimpi dan bersikeras dengan keinginan kita tapi jikalau Dia belum menghendakinya maka semuanya akan menjadi sia2 belaka..semakin besar cobaan yang akan terus berdatangan di dalam kehidupan ini mungkinkah semuanya akan membuat kita semakin kuat dan bersabar akan semua cobaan ini....
Pastinya Ia akan menyiapkan sesuatu yang indah buat kita yang ada di dunia ini kesabaran pun diperlukan untuk menanti saat2 itu akan datang walaupun kita harus menjalani setiap kesuliatan dan kepahitan hidup tapi percayalah bahwa di balik semua kesusahan n kepahitan hidup itu pasti sesuatu yang indah telah menantimu
yakinkanlah diri kita agar bisa menjadi kuat untuk menghadapi itu semuanya... 

Monday, April 5, 2010

Kebahagian yang ingin kuraih...

Tidak ada yang dapat terpikirkan olehku malam ini cuma satu yang dapat kutau apa yang ku inginkan rasa ingin mati dan menghilang dari dunia ini aku sudah tidak sanggup untuk dapat teruz bertahan dan sudah tidak dapt menahan smua beban hidup ini yang semakin sulit untuk ku hadapi dan tak ada satu orangpun yang bisa sepenuhna mengerti apa yang terjadi pada diriku maupun hidupku selama ini...
betapa tersiksana aku dengan segala masalah yang tak kunjung pernah berakhir di dalam kehidupan ku,dan tak ada satu orangpun yang benar2 bisa merasakan betapa sakitnya hatiku yang telah tertumpuk-tumpuk ini,
Tak ada satu orangpun yang benar2 perduli dengan ketidak labilanku jiwaku selama ini mungkin ku tlah merasa berada diluar batas kenormalanku yang berada dikhayalanku yang paling tinggi..
tak ada satu orangpun yang mampu mengenal diriku yang sebenarnya sebab mereka hanya tau yang terlihat dariku tetapi....mereka tidak tau apa yang tersimpan di dalam hatiku...???
Yang terlihat oleh mereka hanyalah dari luar diriku terlihat bahagia dan tersenyum dengan lepas walaupun terkadang penuh dengan kegilaan,Tetapi sebenarnya jiwaku,hatiku dan relung batinku yang terus merasakn kesakitan selama ini bukanlah fisik..Sakit fisik masih bisa kutahan tetapi yg sangat menyakitkan adlah hati n jiwaku ini yang tidak dapt ku kendalikan...
Tak ada yang kuinginkan di dalam kesuyiaan malam ini melainkan hanya terbesitkan untuk mengakhiri semua penderitaan maupun kesakitan yang kurasakan hingga saat ini....
beban yang selama ini harus kupikul sungguh sangat melelahkan dan terasa berat buatku sehingga terkadang aku tidak tau algi apa yang harus kulakukan untuk mengakhiri semua beban ini...benar2 tidak sanggup...
terkadang sempat terbesit olehku mengapa Tuhan memberikan aku beban dan cobaan yang begitu berat untuk kulalui dan merasa Tuhan sangat tidak adil kepadaku kenapa aku dilimpahkan masalah demi masalah,penderitaan,cobaan yang seperti ini...apakah aku tidak pantas untuk mendaptkan KEBAHAGIAAN,KESENANGAN,KESUKSESAN,MASA DEPAN....????
selalu terngiang didalam otak ku kata2 itu..ingin marah dengan Tuhan..Mengapa orang lain bisa merasakan semua itu sedangkan diriku harus hidup di dalam kegelapan dan penderitaan semuanya seakan tidak akan pernah berakhir dari dulu sampai saat ini apakah mungkin TAKDIRku memang digariskan harus seperti ini...???? Aku seakan merasa bagaikan seperti sepotong daging yang terbuang tidak ada rasa seperti bangkai yang terabaikan begitu saja,seperti sampah yang tak berguna untuk semua orang....
tak ada lagi yang dapat membuatku terus bertahan krn ku hidup didunia ini hanya untuk selalu tersakiti disiksa batinku dirajam hati dan jiwaku kapan aku bisa merasakn yang namanya KEBAHAGIAAN....??
apakah memang kebahagiaan itu tidak pernah terciptakn untukku jika emg itu kenyataannya akupun pasrah dan menerimanya walaupun aku merasa itu sangat tidak adil buatku...
Tuhan...Apakah diriku terlalu hina untuk bahagia...apakah terlalu tak berartikah diriku untuk berharap di mata orang lain....Orang2 yang seharusnya menyayangiku,melindungiku...
Tuhan...terima kasih untuk semua ini semua rencana yang telah kau siapkan untukku
TAKDIR.....TAKDIR....Mengapa semua ini terliat kejam buatku....

MENGHARGAI ORANG LAIN

Meskipun mudah diucapkan dan diceramahkan menghargai orang lain sangat sulit dilakukan. Buktinya para wakil rakyat kita seringkali tawuran di ruang sidang hanya karena berbeda pendapat soal “uang”. Beda pendapat bukanlah soal besar asal orang dapat menghargai pendapat orang lain. Lagian masih pendapat mengapa tidak diterima saja dulu. Tapi, itulah cermin “anak-anak” yang menjadi wakil rakyat.
Kitab Suci orang Kristen menceritakan satu kisah yang harus menjadi teladan bagi para petinggi – petinggi apa saja untuk menghargai orang lain meskipun pembantunya.
Naaman adalah seorang panglima raja Aram yang terpandang karena kemenangan-kemenangannya dalam perang, dan dia sangat disayangi oleh rajanya. Tetapi suatu saat dia mengalami sakit kusta yang belum ditemukan obatnya, sudah semua dukun yang ada di seluruh wilayah kerajaan Aram diundang untuk menyembuhkannya tetapi semua ramuan dari yang tradisional sampai dengan yang “aspal” dicoba tetapi tidak ada yang dapat menyembuhkannya. Kemudian rasa putus asa sudah menggelayuti pikiran Naaman, hopeless gitu?. Beruntung keluarga Naaman mempunyai seorang gadis kecil yang menjadi pembantu istrinya (Naaman dapat didakwa dengan UU Perlindungan Anak karena memekerjakan anak perempuan dibawah umur ?).
Atas usul pembantunya, kemudian Naaman dengan bekal surat rekomendasi raja pergi ke Samaria, Israel utara untuk menemui nabi Elisa. Nabi Elisa melalui bujangnya, Gehazi, menyuruh Naaman untuk mandi “kembang” sebanyak tujuh kali di sungai Yordan supaya tubuh yang terkena kusta dapat pulih dan tahir. Awalnya, Naaman gusar mendengar resep aneh dari nabi Elisa, tetapi pegawai-pegawainya menyarankan supaya resep aneh itu dilakukan saja apalagi hanya mandi, gitu aja kok repot....Akhirnya Naaman mandi sesuai dengan resep nabi dan pulihlah tubuhnya seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.
Kisah Naaman sisi lain mengandung keanehan karena menceritakan kisah yang dialami oleh orang di luar Israel, karena Alkitab mestinya hanya menulis kisah Israel saja. Cerita ini ingin menunjukkan bahwa pada diri anak perempuan Israel di negeri lain dan menjadi budak orang “kafir”, istri Naaman, masih ada keyakinan bahwa TUHAN ada di Israel dan sanggup menyembuhkan segala penyakit (2 Raja-raja 5:1-16).
Keputusan Naaman untuk berangkat ke Samaria bukan hanya didesak karena kebutuhan sembuh dari sakit kustanya, tetapi juga karena dia menghargai (saran) pembantunya. Tanpa sikap itu mustahil Naaman berangkat ke Samaria, bangsa seteru kerajaan Aram, apalagi yang memberi saran adalah seorang anak perempuan tawanan yang dijadikannya pembantu.
Sudahkah kita menghargai orang lain ? Menghargai bukan karena orang lain lebih tua dari kita, atasan kita, lebih kaya, atau orang yang lebih-lebih lainnya dari kita, tetapi sudahkah kita menghargai orang yang secara status apapun berada di bawah kita ? (1 Kor 12:23). Menghargai tidak boleh didasarkan pada status, dan menghargai bukan pilih-pilih tetapi menghargai yang sesungguhnya adalah menghargai mereka yang mungkin tidak patut dihargai.
Mari saling menghargai ....